Oleh :Nur Alim
dari berbagai Sumber
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sekumpulan fakta yang dirangkai dari hasil; sebuah pemikiran dan
penelitian serta terikat dalam suatu hokum tertentu disebut dengan teori,
sebuah teori harus memenuhi beberapa syarat formal diantaranya :
1.
Teori harus masuk akal (logis); didalamnya
konsisten artinya tidak ada pernyataan-pernyataan yang saliong bertentangan.
2.
Teori secara empiris harus masuk akal; artinya
tidak ada pengamatan ilmiah yang saling berlawanan.
3.
Teori harus diuji dan bersifat hemat; artinya
sedapat mungkin terdiri dari beberapa konstruk, proposisi.
4.
Teori harus mempunyai cakupan ilmu yang cukup
luas dan mampu mengintegrasikan peneliti terdahulu.
Sebuah
teori merupakan kumpulan ide yang logis dan saling berhubungan yang membantu
memberi penjelasan dan membuat prediksi[1]
Sebagai
salah satu bidang ilmu pengetahuan Psikolgi perkembangan memiliki berbagai
teori yang digunakan sebagai kerangka dan acuan seorang penggiat atau pelaku
ilmu untuk memahami perilaku manusia sesuai dengan perkembangan zaman yang berlaku
sekarang,
setiap
perkembangan manusia memiliki tahapan tahapan yang berlaklu dan dikaji dalam
sebuah teori, makalah ini disajikan sebagai gambaran dan tambahan wawasan
kepada mahasiswa untuk menjadikan stimulus dalam mendalami ilmu perkembangan
psikologi sebagai salah satu mata kuliah pada prodi Pendidikan Guru Madrasah
yang nantinya dapat di aplikasikan ketika kelak Mahasisiwa telah berkecimpung
dalam dunia pendidikan sesuai dengan bidang yang di tekuninya.
B.
Rumusan Masalah
1.
pengertian
Teori Perkembangan ?
2.
macam
terori perkembangan yang berlaku saat ini ?
3.
Bagaimanakah
Tahapan perkembangan manusia mnurut teori yang telah dijelaskan ?
C.
Tujuan Penulisan
Melalui tulisan ini diharapkan mahasiswa dapat :
1.
Mengetahui
Pengertian teori perkembangan
2.
Mengetahui
macam macam teori perkembangan
3.
Mengetahui
tahapan tahapan perkembangan berdasarkan teori tyang dibahas
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Teori Perkembangan
Teori dapat
diartikan sebagai model tentang kenyataan yang membantu kita untuk memahami,
menjelaskan, memprediksi, dan mengontrol tentang kenyataan tersebut[2].
Teori juga
dapat diartikan sebagai (a) sekumpulan atau aeperangkat asumsi (dugaan,
perkiraan, atau anggapan) yang relevan, dan secara sistematis saling berkaitan;
(b) hipotesis atau spekulasi tentang kenyataan, dan (c) sekumpulan asumsi
tentang keterkaitan antara peristiwa-peristiwa empiris (fenomena)[3].
Sedangkan yang
dimaksud dari perkembangan adalah suatu proses dimana seorang mengalami
perubahan perubahan baik secara psikis maupun secara fisik dalam tahapan
tertentu hamoir sama dengan pengrtian pertumbuhan, namun dalam hal ini
pertumbuhan lebih di titik beratkan pada perubahan fisiologi sedangkan
pertumbhan lebih mengacu pada aspek psikologi manusia,
Dalam
penjelasan mengenai teori perkembangan terdapat perbedaan di dalam memahami apa
yang termasuk dalam perkembangan dan mengenai cara perkembangan berlangsung.
Namun terdapat beberapa prinsip umum yang didukung hampir semua ahli, yaitu :
a.
Manusia berkembang dalam tingkat yang berbeda
Dalam kelas
anda akan memiliki seluruh benangan contoh mengenai tingkat perkembangan yang
berbeda. Beberapa siswa akan lebih besar, terkoordinasi lebih baik, atau lebih
dewasa dibannding dengan yabg lainnya.
b.
Perkembangan relatif runtut
Orang cenderung mengembangkan kemampuan
tertentu sebelum kemampuan yang lain.
c.
Perkembangan berjalan secara gradual Sangat
jarang perubahan terjadi setiap hari. Jadi di dalam perkembangan manusia
membutuhkan waktu, dan perkembangan itu berjalan relatif sangat lambat dan
tidak setiap hari berlangsung[4].
B.
Teori dan tahapan Perkembangan
a.
Teori Psikoanalisis
Menurut teori psikoanalisis (psychoanalytic theory), proses
perkembangan terutama berlangsung secara tidak disadari atau unconscious (di
luar kesadaran) dan sangat diwarnai oleh emosi. Para ahli teori psikoanalisis
menekankan bahwa perilaku hanyalah merupakan karakteristik dipermukaan.
Pemahaman sepenuhnya mengenai perkembangan hanya dapat dicapai melalui analisis
terhadap makna-makna simbolis dari perilaku serta menelaah pikiran yang lebih
dalam. Ahli teori psikoanalisis juga menekankan bahwa pengalaman di masa awal
dengan orang tua memiliki pengaruh yang luas terhadap perkembangan.
Karakteristik-karakteristik ini disoroti dalam teori psikoanalisis utama, yaitu
oleh Sigmund Freud[5].
Freud (1917) menyatakan bahwa kepribadian
memiliki tiga struktur, yaitu: id, ego dan superego. Id terdiri dari insting, yang merupakan persendian energy psikis
individu. Dalam pandangan Freud, id sepenuhnya tidak disadari; id tidak
memiliki kontak dengan realitas. Ketika anak-anak mengalami berbagai tuntutan
dan pembatasan realitas, muncul sebuah struktur baru dari kepribadian ego, yang menangani tuntutan realitas.
Ego disebut juga “cabang eksekutif” dari kepribadian karena ego membuat
keputusan rasional.
Id dan ego tidak mempertimbangkan moralitas,
keduanya tidak mempertimbangkan apakah sesuatu itu benar atau salah. Superego
sering kali kita juluki sebagai “hati nurani”. Anda mungkin mulai merasakan
bahwa id dan superego membuat kehidupan menjadi lebih sukar bagi ego.
b.
Teori Kognitif
Jika teori
psikoanalisis menekankan pentingnya ketidaksadaran, teori-teori kognitif
menekankan pikiran-pikiran yang disadari. Teori kognitif yang berkembang
Seorang
psikolog terkenal berkebangsaan Swiss, Jean Piaget (1896-1980) mengajukan
sebuah teori penting mengenai perkembangan kognitif. Teori Piaget (piaget’s theory) menyatakan bahwa
individu secara aktif membangun pemahaman mengenai dunia dan melalui empat
tahap perkembangan kognitif[6].
Dua proses mendasari perkembangan tersebut; organisasi dan adaptasi. Untuk
memahami dunia, kita mengorganisasikan pengalaman-pengalaman kita. Contohnya,
kita memisahkan pikiran penting dari yang kurang penting. Kita menghubungkan
satu pikiran dengan yang lain. Dengan mengorganisasikan pengamatan dan
pengalaman kita, kita menyesuaikan (adaptasi) pemikiran kita dengan ide-ide
baru.
C.
Tahapan Tahapan
Perkembangan
Dari dua teori diatas masing masing memiliki
pola dan proses tahapan yang berbeda sebagaimana kami jelaskan sebagai berikut
a.
Tahapan
Perkembangan teori Psikoanasis
Ketika Freud
mendengarkan, menggali dan menganalisis pasien-pasiennya, ia menjadi yakin
bahwa masalah mereka bersumber dari pengalaman-pengalaman di masa awal
kehidupan. Menurut Freud, manusia akan melalui lima tahap perkembangan psikoseksual
dan di setiap tahap perkembangan individu memperoleh kenikmatan di suatu bagian
tubuh tertentu.
1.
Tahap oral
(oral stage). Tahap oral adalah tahap perkembangan Freudian
yang pertama, yang berlangsung selama 18 bulan pertama dari kehidupan, dimana
kenikmatan bayi dipusatkan di daerah mulut. Mengunyah, mengisap, dan menggigit
menjadi sumber kepuasan yang utama. Aksi-aksi ini dapat meredakan ketegangan
pada bayi.
2.
Tahap anal
(anal stage). Tahap anal adalah tahap perkembangan Freudian
yang kedua, yang berlangsung antara usia 1 setengah tahun hingga 3 tahun, di
mana kenikmatan terbesar diperoleh anak di daerah anus atau di fungsi
pengeluaran yang terhubung dengan anus. Menurut Freud, latihan otot anal dapat
meredakan ketenangan.
3.
Tahap falik
(Phallic stage). Tahap falik adalah tahap perkembangan Freudian
yang ketiga, yang berlangsung antara usia 3 tahun hingga 6 tahun; nama tersebut
berasal dari kata Latin Phallus, yang berarti “penis.” Selama tahap falik,
kenikmatan dipusatkan di daerah genital, di mana ini terjadi ketika anak
menemukan bahwa manipulasi diri itu menyenangkan.
menurut Freud, secara khusus tahap falik adalah
tahap perkembangan kepribadian karena di periode inilah muncul kompleks
Oedipus. Nama ini berasal dari mitologi Yunani, di mana Oedipus, anak laki-laki
dari Raja Thebes, tanpa disengaja membunuh ayahnya dan menikahi ibunya. Meurut
teori Freud, kompleks Oedipus (Oedipus complex) adalah hasrat yang kuat
dari seorang anak kecil untuk menggantikan kedudukan orang tua yang berjenis
kelamin sama dan menikmati afeksi yang diperoleh dari orang tua yang berjenis
kelamin berbeda. Konsep Freud mengenai kompleks Oedipus ini dikritik oleh
sejumlah psikoanalisis dan penulis.
Bagaimana kompleks Oedipus ini diselesaikan?
Sekitar usia 5 hingga 6 tahun, anak-anak mengetahui bahwa orang tua mereka yang
berjenis kelamin sama itu menghukumnya karena memiliki harapan inses. Untuk
meredakan konflik antara ketakutan dan hasrat, anak beridentifikasi dengan
orang tua yang berjenis kelamin sama dan berjuan agar dapat menyeru[ainya.
Menurut Freud, apabila konflik ini tidak terselesaikan, individu akan
terfiksasi pada tahap falik.
4.
Tahap laten
(latency stage). Tahap laten adalah tahap perkembangan Freudian
yang keempat, yang berlangsung antara usia 6 tahun hingga pubertas; anak
menekan semua minat dalam hal seksualitas serta mengembangkan keterampilan
sosial dan intelektual.aktivitas ini dapat menyalurkan sebagian besar energy
anak ke dalam bidang-bidang kehidupan emosional yang aman dan dapat membantu
anak untuk melupakan konflik yang sangat mengganggu di tahap falik.
5.
Tahap genital
(genital stage). Tahap genital adalah tahap perkembangan
Freudian yang kelima dan terkahir, yang berlansung sejak masa remaja hingga ke
masa selanjutnya. Tahap genital adalah masa dari kebangkitan seksual; kini
sumber kenikmatan seksual terletak di luar keluarga. Menurut Freud,
konflik-konflik dengan orang tua yang tidak terselesaikan akan muncul kembali
di masa remaja. Apabila konflik-konflik ini terselesaikan, individu akan mampu
mengembangkan relasi cinta yang matang dan berfungsi secara mandiri sebagai
seorang dewasa
b.
Tahapan
Perkembangan Teori Kognitif
1.
Tahap
sensorimotor, yang berlangsung mulai dari lahir hingga usia
2 tahun, merupakan tahap pertama perkembangan Piaget. Dalam tahap ini, anak membangun
pemahaman mengenai dunia ini dengan mengkoordinasikan pengalaman sensoris
(seperti melihat dan mendengar) dengan tindakan fisik dan motorik, karena
itulah disebut sensorimotor. Pada
awal tahap ini, bayi yang baru lahir memiliki lebih dari sekedar pola-pola
refleksif untuk dapat melakukan sesuatu. Pada akhir tahap ini, anak umur 2
tahun memiliki pola sensorimotor kompleks dan mulai menggunakan symbol-simbol
sederhana.
2.
Tahap
praoperasional, yang berlangsung sekitar usia 2 hingga 7
tahun, adalah tahap perkembangan kedua Piaget. Pada tahap ini, anak mulai
menjelaskan dunia dengan kata-kata, gambar dan lukisan. Meskipun de,ikian,
meurut Piaget, anak prasekolah masih kurang mampu melakukan operasi, istilah Piaget untuk tindakan
mental apa yang sebelumnya hanya dapat dilakukan secara fisik.
3.
Tahap
operasional konkret, yang berlangsung mulai dari sekitar 7 hingga
11 tahun, merupakan tahap perkembangan ketiga Piaget. Dalam tahap ini, anak
dapat melakukan operasi, dan penalaran logis menggantikan pikiran intuitif
selama penalaran dapat diterapkan pada contoh khusus dan konkret. Contohnya,
pemikir operasional konkret tidak dapat membayangkan langkah-langkah yang
diperlukan untuk menyelesaikan persoalan soal persamaan aljabar, yang terlalu
abstrak bagi pemikira tahap perkembangan ini.
4.
Tahap
operasional formal, yang muncul
antara umur 11 hingga 15 tahun, merupakan tahap perkembangan Piaget yang
keempat dan terakhir. Pada tahap ini, individu lebih melampaui pengalaman
konkret dan berpikir dalam istilah yang abstrak dan lebih logis. Sebagai bagian
dari berpikir lebih abstrak, remaja menciptakan bayangan situasi ideal. Mereka
dapat berpikir mengenai bagaiamana orang tua ideal ini. Mereka mulai
mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan masa depan dan takjub mereka dapat menjadi
apa saja. Dalam memecahlan masalah, pemikir operasional formal lebih
sistematis, mengembangkan hipotesis mengenai mengapa sesuatu terjadi dengan
cara tertentu, kemudian menguji hipotesis ini dengan cara deduktif
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Setelah kami gali, kaji, dan paparkan maka kami dapat memberikan kesimpulan bahwa :
1.
Teori Psikoanalisis (psychoanalytic theory) manyatakan bahwa
perkembangan terutama berlangsung secara tidak disadari dan sangat diwarnai
oleh emosi. Perilaku hanyalah karakteristik di permukaan, dan kerja simbolik
dari pikiran harus dianalisis agar perilaku tersebut dapat dipahami. Menekankan
pengalaman awal dengan orang tua.
2.
Teori-teori psikoanalisis berfokus pada proses
sosial-emosi dari perkembangan; teori tersebut memiliki sedikit informasi untuk
diceritakan mengenai proses biologis atau kognitif.
3.
Kontribusi teori psikoanalisis meliputi sebagai
berikut:
Teori tersebut menggarisbawahi peran pengalaman
awal dalam perkembangan, hubungan keluarga diteliti sebagai aspek pusat perkembangan,
teori psikoanalisis menggunakan pendekatan perkembangan pada kepribadian dan
memberikan kerangka kerja perkembangan untuk memahaminya, teori Freud mendukung
ide bahwa pikiran tidak seluruhnya sadar dan mengarahkan perhatian pada aspek
tidak sadar dari pikiran, dan erikson
menunjukkan bahwa perubahan terjadi di masa dewasa seperti juga di masa
kanak-kanak.
4.
Jika teori-teri
psikoanalisis menekankan pentingnya ketidaksadaran, teori-teori kognitif
menekankan pikiran-pikiran yang disadari.
5.
Kontribusi dari teori-teori kognitif meliputi
sebagai berikut:
Teori-teori kognitif menyajikan suatu pandangan
yang positif mengenai perkembangan, menekankan pada pemikiran yang disadari,
teori-teori kognitif (khususnya teori Piaget dan Vigotsky) menekankan pada usaha
aktif individu untuk menyusun pemahamannya, teori Piaget dan Vigotsky
menekankan pentingnya kajian terhadap perubahan perkembangan dalam pemikiran,
dan teori pemrosesan-informasi sering kali menawarkan deskripsi yang terperinci
mengenai proses-proses kognitif.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Santrock,
John. W. 2007. Remaja. Erlangga :
Jakarta
2.
Santrock,
John.W. 2007. Perkembangan Anak.
Erlangga : Jakarta
3.
Yusuf
LN, Syamsu & Juantika Nurihsan. 2007. Teori
Kepribadian. Rosda karya : Bandung
[1]
John W.Santrock, Perkembangan Anak,
hal. 42
[2]
Prof.Dr.Syamsu Yusuf LN,M.Pd & Prof.Dr.A.Juantika Nurihsan,M.Pd, Teori kepribadian (C.George Boeree,2005:1).
Hal 2
[3]
Ibid, hal 2
[4]
Woolfolk, Anita E dan Nicolich, Lorrain McCune. Mengembangkan Kepribadian & Kecerdasan Anak-Anak (Psikologi
Pembelajaran I). hal 57-58
[5]
John W.Santrock, Remaja. Hal 46
[6]
Ibid, hal 48



0 comments:
Post a Comment